Universitas Lampung
http://www.unila.ac.id/Berita/berita_depan/Robot-FT-Unila-Kanjeng-Gulun-Raih-Peringkat-Kedua.html
Sample Image(Unila): Robot Kanjeng Gulun yang masuk dalam sembilan nominator diciptakan tim robot Teknik Elektro Unila ini, meraih penghargaan "Merit Award" peringkat kedua pada Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA 2008) untuk kategori Creative Robot, Kamis-Jumat (7-8/8) lalu di Jakarta Conventional Center.
Sementara untuk kategori Tools and Infrastructure, Tim Unila yang mempresentasikan Foto/Video Udara Menggunakan Wahana Tak Berawak, menempati urutan ketiga.
Sedangkan diurutan pertama dan kedua diraih Elco Solution. Sebuah perusahaan R&D elektronika dan telekomunikasi yang mempresentasikan perangkat yang bernama e-Care dan e-GFax.
M.Komarudin,S.T,M.T, dosen Teknik Elektro Unila mengungkapkan cukup puas hasil yang diperoleh meskipun Tim Foto/Video Udara masuk diurutan ketiga. Ia mengaku hal itu wajar karena para pesaingnya adalah dari kalangan industri yang telah mapan. Bahkan mampu mengungguli Perusahaan Quasar yang merupakan pemenang tahun lalu.
Sample Image
“Tim robot Unila (Robot Kanjeng Gulun) mendapatkan lawan yang cukup berat dari tim Gegana Polri. Mereka memiliki robot penjinak bom. Sementara, dari tim Undip (Robot Land Sratcher) yang menduduki peringkat pertama pada kategori Creative Robot,”ujar Komar.
Penilaian juri terhadap para nominator, tambah Komar, terletak pada kreativitas penciptaan robot. Melihat momentum acara tersebut tampak sebagai ajang pertemuan antar-perusahaan. “Lebih banyak perusahaan elektornik dan telekomunikasi yang terlibat di sana dibandingkan dengan dari kalangan perguruan tinggi,”kata Komar.
Tim Foto/Video Udara mendapatkan tanggapan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Moh.Nuh. “Kenapa tidak coba ditawarkan ke KPK foto/video udara ini bisa digunakan untuk mengintai para koruptor,”kata Moh.Nuh seperti dituturkan M.Komarudin sambil tertawa.
Komar menceritakan kepada Moh.Nuh beserta para rombongan tamu tentang foto/video udara tersebut dari mulai proses pembuatan, harga final langsung digunakan hingga permintaan foto udara di berbagai tempat. “Harga pesawat lengkap dengan alat dan software-nya berkisar Rp 75 juta per unit,”jelas Komar. [erik/andhi]
Deskripsi singkat tentang Robot Kanjeng Gulun:
Produk yang kami ikutkan dalam Indonesia ICT Award 2008 adalah sebuah humanoid robot (robot yang dapat berfungsi melakukan gerakan atau bentuknya menyerupai manusia), dengan nama Kanjeng Gulun. Robot ini dibuat berdasarkan pesanan Gubernur Propinsi Lampung pada akhir tahun 2005 kepada civitas akademik Fakultas Teknik Universitas Lampung untuk memberikan kesan yang unik (sebuah hasil karya teknologi tinggi dengan sentuhan khas daerah Lampung) bagi setiap tamu VIP yang masuk Propinsi Lampung. Dalam proses mengerjakan Robot Kanjeng Gulun ini, dari mulai perancangan dan pemrograman dan sampai perakitannya dilakukan di dalam kampus Universitas Lampung dengan melibatkan beberapa staff dosen, mahasiswa dan teknisi laboratorium serta bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Daerah Propinsi Lampung. Sampai sekarang Robot Kanjeng Gulun ini merupakan sebuah produk kebanggaan warga Lampung yang sekaligus menjadi kebanggaan Civitas Universitas Lampung dan Pemerintah Propinsi Lampung.
Keunggulan:
a.Dapat melakukan gerakan penyambutan tamu seperti pergerakan pada manusia.
b.Dapat mengucapkan 240 kombinasi kalimat selamat datang dalam 3 (tiga) bahasa; Bahasa Indonesia, Bahasa Lampung, dan Bahasa Inggris.
c.Dapat mendeteksi keberadaan manusia (tamu) yang lewat di depannya, yang digunakan sebagai pemicu gerakan dan suara penyambutan selamat datang bagi tamu tersebut.
d.Berpenampilan seperti manusia dengan pakaian adat Lampung.
e.Merupakan satu-satunya robot humanoid yang ada di Bandara Indonesia yang bertugas menyambut tamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar